JAKARTA — Apakah perusahaan sudah memiliki strategi komunikasi digital hanya karena menggunakan email, WhatsApp, intranet, dan berbagai aplikasi kolaborasi? Pertanyaan ini penting karena keberadaan teknologi tidak otomatis membuat komunikasi lebih efektif. Organisasi dapat memiliki banyak kanal, tetapi tetap menghadapi persoalan informasi yang tidak merata, arahan yang berubah-ubah, hingga karyawan yang tidak memahami tujuan di balik suatu kebijakan.
Persoalan tersebut dibahas dalam penelitian A Matrix Approach to Developing a Digital Internal Communication Strategy, yang diterbitkan dalam International Journal of Business Communication dan pertama kali dipublikasikan secara daring pada 15 Januari 2026. Penelitian yang ditulis oleh Lucia Wuersch dan rekan-rekannya ini mengembangkan kerangka konseptual untuk membantu organisasi merancang strategi komunikasi internal digital yang selaras dengan tujuan strategis.















