Lewati ke konten
Membaca Isu, Memahami Komunikasi

Over-Endorsement: Saat Terlalu Banyak Promosi Menggerus Kepercayaan

Over-endorsement dapat memengaruhi kredibilitas kreator dan kepercayaan audiens. Pelajari cara brand mengevaluasi KOL untuk kampanye yang lebih relevan.

Sylvania Bahar
Sylvania Bahar Penulis · Senin, 19 Oktober 2026 · 08:25:00 WIB · Editor: Kevin Khanza
Over-Endorsement: Saat Terlalu Banyak Promosi Menggerus Kepercayaan
Ilustrasi (Sumber gambar: Magnific)

JAKARTA — Seorang kreator mengunggah ulasan skincare pada Senin, mempromosikan minuman pada Rabu, lalu membagikan rekomendasi aplikasi pada Jumat. Dalam satu pekan, hampir setiap unggahannya menampilkan produk atau layanan yang berbeda. Bagi brand, aktivitas tersebut mungkin terlihat sebagai peluang untuk menjangkau audiens melalui kreator yang aktif. Namun, bagi pengikutnya, frekuensi promosi yang tinggi dapat memunculkan pertanyaan: apakah rekomendasi itu benar-benar didasarkan pada pengalaman, atau sekadar bagian dari kerja sama komersial?

Fenomena ini dikenal sebagai over-endorsement, yaitu kondisi ketika kreator terlalu sering mempromosikan produk atau brand melalui kontennya. Persoalannya bukan semata-mata jumlah kerja sama yang diterima, melainkan bagaimana intensitas promosi memengaruhi persepsi audiens terhadap kredibilitas dan autentisitas kreator.

Khusus Member

Masuk untuk melanjutkan membaca

Artikel ini gratis, cukup masuk atau daftar akun member.

Follow news.publikalabs.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Tentang penulis Sylvania Bahar

Sylvania Lucky Bahar merupakan KOL & Media Specialist dengan latar belakang di bidang komunikasi digital dan media. Berpengalaman mengelola social media dan content secara end-to-end, media relations, serta influencer marketing untuk kebutuhan brand dan institusi. Memiliki pengalaman dalam content planning, copywriting, audience engagement, creative production, hingga research dan sourcing KOL untuk mendukung berbagai kebutuhan komunikasi dan campaign. Memiliki ketertarikan pada pengembangan strategi komunikasi dan influencer partnership, dengan fokus membangun kolaborasi yang relevan antara brand, KOL, media, dan audiens.

Content Plan Bukan Sekadar Kalender Posting

Content pillar dan content funnel membantu brand menyusun content plan berdasarkan tujuan komunikasi, kebutuhan audiens, dan tahapan perjalanan mereka.

Nabila Ayu21 September 20268 menit baca

Banyak Pemberitaan Belum Tentu Berarti Menang

Brand dengan pemberitaan terbanyak belum tentu memenangkan persepsi publik. Pahami cara membaca SOV, sentiment, narrative, dan key message.

Shopia Dwi Lestari18 September 20269 menit baca