JAKARTA — Seorang kreator mengunggah ulasan skincare pada Senin, mempromosikan minuman pada Rabu, lalu membagikan rekomendasi aplikasi pada Jumat. Dalam satu pekan, hampir setiap unggahannya menampilkan produk atau layanan yang berbeda. Bagi brand, aktivitas tersebut mungkin terlihat sebagai peluang untuk menjangkau audiens melalui kreator yang aktif. Namun, bagi pengikutnya, frekuensi promosi yang tinggi dapat memunculkan pertanyaan: apakah rekomendasi itu benar-benar didasarkan pada pengalaman, atau sekadar bagian dari kerja sama komersial?
Fenomena ini dikenal sebagai over-endorsement, yaitu kondisi ketika kreator terlalu sering mempromosikan produk atau brand melalui kontennya. Persoalannya bukan semata-mata jumlah kerja sama yang diterima, melainkan bagaimana intensitas promosi memengaruhi persepsi audiens terhadap kredibilitas dan autentisitas kreator.















