Lewati ke konten
Membaca Isu, Memahami Komunikasi

Cara Mengantisipasi Reputational Spillover dalam Komunikasi Korporasi

Reputational spillover dapat membuat tindakan individu memengaruhi reputasi perusahaan. Pahami risiko dan strategi komunikasi untuk mengantisipasinya.

Sylvania Bahar
Sylvania Bahar Penulis · Rabu, 21 Oktober 2026 · 08:00:00 WIB · Editor: Kevin Khanza
Cara Mengantisipasi Reputational Spillover dalam Komunikasi Korporasi
Ilustrasi (Sumber gambar: Magnific)

JAKARTA — Sebuah perusahaan dapat menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk membangun reputasi melalui layanan, kampanye, dan komunikasi yang konsisten. Namun, satu tindakan kontroversial dari individu yang memiliki hubungan dengan perusahaan dapat mengubah cara publik memandang organisasi tersebut. Unggahan seorang eksekutif, pernyataan juru bicara, atau tindakan karyawan yang menyebar di media sosial dapat memicu pertanyaan tentang nilai dan budaya perusahaan secara keseluruhan.

Fenomena ini dikenal sebagai reputational spillover, yaitu meluasnya dampak reputasi dari satu pihak kepada pihak lain yang memiliki keterkaitan dengannya. Dalam konteks korporasi, publik tidak selalu memisahkan perilaku individu dari organisasi tempatnya bekerja atau yang diwakilinya. Akibatnya, persoalan yang awalnya bersifat personal dapat berkembang menjadi tantangan komunikasi bagi perusahaan.

Khusus Member

Masuk untuk melanjutkan membaca

Artikel ini gratis, cukup masuk atau daftar akun member.

Follow news.publikalabs.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Tentang penulis Sylvania Bahar

Sylvania Lucky Bahar merupakan KOL & Media Specialist dengan latar belakang di bidang komunikasi digital dan media. Berpengalaman mengelola social media dan content secara end-to-end, media relations, serta influencer marketing untuk kebutuhan brand dan institusi. Memiliki pengalaman dalam content planning, copywriting, audience engagement, creative production, hingga research dan sourcing KOL untuk mendukung berbagai kebutuhan komunikasi dan campaign. Memiliki ketertarikan pada pengembangan strategi komunikasi dan influencer partnership, dengan fokus membangun kolaborasi yang relevan antara brand, KOL, media, dan audiens.