JAKARTA — Semakin besar sebuah perusahaan, semakin beragam pula produk yang dimilikinya. Setiap produk dapat menyasar kebutuhan dan segmen konsumen yang berbeda, bahkan berada dalam kategori pasar yang tidak sama. Konsekuensinya, masing-masing produk membutuhkan pendekatan komunikasi yang sesuai dengan karakter dan audiensnya.
Tantangan muncul ketika setiap produk mulai membangun cerita sendiri. Produk A berbicara tentang inovasi, produk B menonjolkan harga, produk C mengangkat kemudahan, sedangkan produk D membawa pesan keberlanjutan. Masing-masing pesan bisa saja relevan, tetapi tanpa hubungan yang jelas, publik berisiko mengenal produk-produknya tanpa memahami identitas besar brand yang menaunginya.

















