JAKARTA — Ketika sebuah perusahaan mengalami krisis, publik tidak hanya ingin mengetahui apa yang terjadi. Mereka juga ingin memahami apakah perusahaan bersikap terbuka mengenai masalah tersebut dan memiliki komitmen untuk memperbaikinya.
Penelitian yang diterbitkan dalam Chinese Journal of Communication pada 2026 menunjukkan bahwa komunikasi krisis yang transparan, terutama ketika disertai komitmen untuk melakukan koreksi, dapat meningkatkan efektivitas respons krisis dan kepercayaan terhadap integritas organisasi.












