Lewati ke konten
Memuat cuaca Jakarta...
Strategic Communication Intelligence & Advisory Tentang Kami Kontak
Membaca Isu, Memahami Komunikasi

Media Sosial Jadi Panggung Baru Membangun Personal Branding

Media sosial dapat menjadi ruang membangun personal branding. Kenali cara menunjukkan keahlian, pengalaman, dan identitas secara konsisten.

Sechan Naufali
Sechan Naufali Penulis · Rabu, 16 September 2026 · 12:00:00 WIB · Editor: Kevin Khanza
Media Sosial Jadi Panggung Baru Membangun Personal Branding
Ilustrasi Media Sosial (Sumber gambar: Magnific)

JAKARTA — Media sosial kini tidak lagi sekadar menjadi tempat berbagi aktivitas sehari-hari, mencari hiburan, atau berinteraksi dengan orang lain. Perkembangan platform digital membuat ruang tersebut juga menjadi tempat seseorang memperkenalkan diri, menunjukkan kemampuan, membangun reputasi, hingga membuka peluang profesional.

Instagram, TikTok, LinkedIn, YouTube, dan berbagai platform lainnya memberikan ruang bagi seseorang untuk menunjukkan minat, keahlian, pengalaman, maupun sudut pandangnya. Melalui unggahan, video, tulisan, hingga interaksi dengan pengguna lain, seseorang secara tidak langsung membentuk gambaran mengenai dirinya di hadapan publik.

Kondisi tersebut membuat media sosial dapat dipandang sebagai panggung digital, tempat seseorang membangun dan menunjukkan identitasnya. Apa yang dipublikasikan tidak hanya dilihat sebagai satu konten yang berdiri sendiri, tetapi dapat menjadi bagian dari kesan yang terbentuk mengenai seseorang.

Personal branding pun tidak lagi hanya berkaitan dengan figur publik atau content creator. Profesional, pelaku usaha, pekerja kreatif, mahasiswa, hingga individu yang sedang mengembangkan karier dapat menggunakan media sosial untuk memperlihatkan kompetensi, pengalaman, dan bidang yang mereka tekuni.

Membangun Keahlian Brand lewat Konten yang Konsisten Baca Juga Membangun Keahlian Brand lewat Konten yang Konsisten

Sechan Naufali, Head of Production & Inventory Control PublikaLabs, menilai perubahan tersebut membuat media sosial memiliki peran yang semakin besar dalam membentuk identitas seseorang di ruang digital.

“Media sosial sekarang bukan hanya tempat untuk berbagi kegiatan sehari-hari. Kalau dimanfaatkan dengan baik, platform tersebut bisa menjadi ruang untuk menunjukkan kemampuan, pengalaman, dan bidang yang kita minati,” ujar Sechan.

Menurutnya, personal branding tidak berarti setiap konten harus dibuat dengan gaya formal atau terlihat profesional. Hal yang lebih penting adalah kejelasan mengenai identitas yang ingin dibangun dan konsistensi dalam menunjukkannya.

“Setiap postingan tidak harus dibuat seperti sedang mencari pekerjaan. Yang penting kita tahu ingin dikenal sebagai siapa dan apa yang ingin kita tunjukkan kepada orang lain. Konten kemudian menjadi salah satu cara untuk memperkuat identitas tersebut,” katanya.

Dengan pendekatan tersebut, membangun personal branding tidak selalu berarti harus mengejar konten yang viral. Jumlah likes, views, maupun pengikut dapat menunjukkan tingkat perhatian terhadap sebuah konten, tetapi belum tentu menggambarkan bagaimana seseorang dipersepsikan dalam jangka panjang.

“Viral memang bisa membuat seseorang dikenal lebih banyak orang, tetapi dikenal saja belum tentu berarti memiliki reputasi yang baik. Personal branding lebih kepada bagaimana orang mengingat kita berdasarkan apa yang kita tampilkan secara konsisten,” jelasnya.

Media sosial juga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Seorang profesional dapat membagikan pengalaman dan pengetahuannya, pekerja kreatif dapat menjadikannya sebagai portofolio terbuka, pelaku usaha dapat memperkenalkan produk dan membangun hubungan dengan pelanggan, sementara individu yang sedang mengembangkan karier dapat menggunakannya untuk memperluas jaringan dan membuka peluang kolaborasi.

Social Media Tidak Lagi Sekadar Tempat Bersosialisasi Baca Juga Social Media Tidak Lagi Sekadar Tempat Bersosialisasi

Namun, ruang yang semakin terbuka untuk menunjukkan diri juga membawa konsekuensi. Setiap konten yang dipublikasikan dapat menjadi bagian dari jejak digital dan berpotensi membentuk persepsi orang lain, termasuk pihak yang baru mengenal seseorang melalui profil digitalnya.

Karena itu, personal branding tidak hanya berkaitan dengan apa yang ingin ditampilkan, tetapi juga apa yang ingin orang lain pahami dan ingat. Identitas yang dibangun di media sosial idealnya tetap memiliki hubungan dengan kemampuan, pengalaman, dan karakter yang sebenarnya.

Pada akhirnya, media sosial memberikan ruang yang relatif terbuka bagi siapa saja untuk menunjukkan karya, berbagi pengetahuan, memperkenalkan keahlian, maupun membangun jaringan. Platform tersebut tidak harus selalu digunakan untuk mengejar popularitas.

Jika digunakan secara konsisten dan sesuai tujuan, media sosial dapat menjadi panggung untuk menunjukkan siapa seseorang, apa yang dikerjakan, dan nilai apa yang ingin diberikan kepada orang lain.

Follow news.publikalabs.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Tentang penulis Sechan Naufali

Sechan Naufali adalah praktisi media digital yang saat ini menjabat sebagai Head of Production & Inventory Control (PPIC) di PublikaLabs. Ia memiliki pengalaman dalam produksi dan distribusi konten digital, pengelolaan media sosial, serta pengembangan strategi berbasis data. Dengan ketertarikan pada teknologi, media, dan komunikasi digital, Sechan mengeksplorasi bagaimana proses produksi, distribusi, dan perkembangan informasi dapat dikelola secara lebih efektif, terukur, serta relevan dengan dinamika ekosistem digital.