Konten Viral Bukan Jaminan Keberhasilan Marketing
Reach, engagement, leads, dan penjualan mengukur hal berbeda. Pelajari cara mengevaluasi campaign digital berdasarkan tujuan dan hasilnya.

Tidak ada hasil untuk “”.
Seluruh berita yang pernah dipublikasikan
Menampilkan 15 dari 164 berita
Reach, engagement, leads, dan penjualan mengukur hal berbeda. Pelajari cara mengevaluasi campaign digital berdasarkan tujuan dan hasilnya.

Tidak semua press release menjadi berita. Newsworthiness membantu perusahaan memahami relevansi, dampak, dan nilai informasi bagi media serta publik.

Keputusan Rocky Gerung menerima jabatan menghadirkan pertanyaan tentang idealisme, independensi, dan kemampuan mengkritik kekuasaan dari dalam.

Satu campaign dapat dikembangkan menjadi berbagai format dan percakapan. Content ecosystem membantu brand memperluas cerita tanpa kehilangan arah.

IPO 2026 melambat dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan kini perlu menghitung modal, dilusi, biaya kepatuhan, dan tekanan pasar.

Riset Guangxi University menunjukkan bahwa percakapan publik tentang ChatGPT di media sosial justru lebih banyak membawa sentimen positif.

Brand bisa punya banyak keunggulan, tetapi terlalu banyak positioning dapat membuat publik kesulitan mengenali apa yang paling khas dari sebuah brand.

Reach, impressions, dan engagement mengukur hal berbeda. Memahami konteks dan tujuan komunikasi membantu membaca performa konten secara lebih tepat.

Sembilan juta. Angka tersebut mungkin terdengar seperti sekadar statistik ketika berbicara tentang sebuah platform digital.

Target efisiensi pengadaan Rp360 triliun membuka pertanyaan lebih besar: apakah belanja negara hanya soal harga murah atau juga manfaat dan akuntabilitas?

Rilis pers bukan sekadar pengumuman perusahaan. Nilai berita, struktur, timing, data, dan relevansi menentukan peluangnya dilirik dan diolah media.

Semakin banyak pemberitaan, semakin penting menjaga konsistensi pesan agar berbagai cerita tentang brand tetap mengarah pada positioning yang sama.

Reputasi brand juga dibentuk dari percakapan di kolom komentar. Bagaimana perusahaan membaca, merespons, dan mengelola interaksi tersebut?

Social media monitoring dan listening sama-sama membaca percakapan digital, tetapi memiliki fungsi berbeda dalam memahami respons dan kebutuhan audiens.

Perusahaan dapat menentukan pesan utama, tetapi media memiliki sudut pandang editorial sendiri. Lalu, bagaimana mengukur keberhasilan pesannya?
