Isu yang Tak Viral Belum Tentu Aman bagi Perusahaan
Isu yang belum viral belum tentu aman bagi brand. Kenali pola percakapan, perubahan narasi, dan sinyal awal sebelum sebuah isu berkembang lebih besar.

Tidak ada hasil untuk “”.
Seluruh berita yang pernah dipublikasikan
Menampilkan 15 dari 164 berita
Isu yang belum viral belum tentu aman bagi brand. Kenali pola percakapan, perubahan narasi, dan sinyal awal sebelum sebuah isu berkembang lebih besar.

Purbaya memilih bicara singkat saat menyerahkan jabatan Menkeu. Apa yang bisa dibaca dari keputusan komunikasi tersebut di depan media?

Memotong biaya tidak selalu berarti efisien. Kasus Starbucks menunjukkan mengapa perusahaan perlu memahami cost driver dan dampak biaya terhadap nilai.

Brand dengan pemberitaan terbanyak belum tentu memenangkan persepsi publik. Pahami cara membaca SOV, sentiment, narrative, dan key message.

Percakapan publik dapat mengubah arah digital campaign. Kenali sinyal, kelola risiko, dan tentukan kapan strategi perlu disesuaikan.

Produk menjawab “apa”, sementara cerita menjawab “mengapa”. Pelajari bagaimana storytelling membantu brand membangun makna dan diferensiasi.

Mengapa perusahaan bisa mencatat laba besar tetapi kasnya tertekan? Pahami perbedaan laba bersih, arus kas, dan likuiditas.

Media sosial dapat menjadi ruang membangun personal branding. Kenali cara menunjukkan keahlian, pengalaman, dan identitas secara konsisten.

Mengapa KOL dengan banyak followers belum tentu efektif? Temukan peran narasi, kredibilitas, relevansi, dan kesesuaian audiens dalam konten.


Di tengah ledakan kanal digital, media intelligence membantu perusahaan mengubah data dan percakapan publik menjadi insight untuk mengambil keputusan.

Media nasional, creator, dan komunitas memiliki peran berbeda dalam komunikasi korporasi. Bagaimana perusahaan menjangkau publik di era digital?


Gangguan layanan BRImo menjadi perhatian pengguna ketika sejumlah nasabah melaporkan kendala saat mengakses aplikasi dan melakukan transaksi.

Mengenal Google Flow, Veo 3.1, Gemini Omni, Google Vids, Lyria dan produk Google untuk membuat serta mengedit video dengan AI.
